Terara- Pawai Obor merupakan acara festival masyarakat untuk menyemarakkan memperingati atau menyambut suatu peristiwa penting, salah satunya adalah dalam rangka menyambut lebaran Idul Fitri. Masyarakat turun ke jalan sembari berparade membawa obor, kendaraan dilengkapi sound system atau tak jarang miniatur-miniatur masjid beserta cosplay pakaian khas atau tokoh-tokoh Islam.
Pada hari Ahad, pukul 20.00 WITA diselenggarakan pawai obor untuk pertama kalinya dalam sejarah warga mukim masjid Nurul Yaqin Keliwatanja. Ketua Ikatan Remaja dan Pemuda Masjid Nurul Yaqin Keliwatanja, Muh. Hamzani menyampaikan bahwa kegiatan masyarakat ini merupakan bentuk dari antusiasme masyarakat dalam rangka menyambut dengan gembira dan suka cita datangnya bulan kemenangan yaitu hari raya Idul Fitri. Gema takbir terus dilayangkan oleh barisan Anak-anak, Pemuda-pemudi, dan masyarakat, sehingga menambah kesan malam yang penuh semangat dan antusiasme.
.jpg)
Gambar : Ratusan peserta pawai obor memeriahkan malam lebaran
Pawai obor ini merupakan Kegiatan perdana sejak berdirinya Dusun Keliwatanja. Merupakan langkah awal yang sangat baik untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan antar warga masyarakat di Dusun Keliwatanja. Kedepan hal seperti ini akan terus ditingkatkan dari segi persiapan dan pelaksanaan dengan berkolaborasi antara Masyarakat dan Pemuda.
“Kegiatan ini kita adakan agar anak-anak di mukim masjid Nurul Yaqin Keliwatanja lebih gembira dan antusias menyambut hari raya, tentunya juga akan lebih berkesan. Kedepannya desa kita akan lebih diramaikan oleh masyarakat dengan acara-acara, sehingga anak-anak muda lebih semangat ikut andil meramaikan acara-acara masjid. Selain itu, anak-anak kecil akan lebih senang memeriahkan desa sendiri dibandingkan pergi berbelanja dengan boros di pusat perbelanjaan”, ujar Azwar Anas, Selaku Kepala Wilayah Desa Keliwatanja.

Gambar : kegiatan pawai diikuti oleh triseda yang membawa sound system
Barisan parade yang diikuti oleh ratusan Anak-anak, Pemuda-pemudi, dan masyarakat ini berbaris rapi membawa obor sembari diiringi lantunan takbir, tahlil, dan tahmid, yang diiringi oleh dua motor pick up dari bagian barisan paling depan dan belakang dengan membawa sound system. “kampung yang sunyi ini asalkan kita memiliki inisiatif untuk meramaikan dengan kegiatan-kegiatan terutama di hari-hari besar, Insya Allah perlahan-lahan akan membangkitkan gairah-gairah pemuda disini untuk lebih peduli terhadap desa sendiri kedepannya. “Semangat akan muncul luntuk mebangun Desa apabila kita bisa menginisiasikan dengan gotong royong dan melibatkan pemuda-pemuda dalam banyak kegiatan Masjid, seperti pawai obor ini”, ucap salah satu peserta pawai.
Penulis : Syafar Algazali Hidayat, S.TP